Basis Data Tradisional

Kini pengembangan arsitektur data semakin pesat dan modern. Mengawali seri arsitektur data, kami akan mencoba menulis mengenai Basis Data.

Pengembangan awal arsitektur data tidak terlepas dari pengembangan aplikasi dalam bisnis. Dimana basis data tradisional adalah perangkat lunak yang menyimpan seluruh data yang digunakan oleh aplikasi yang dikembangkan untuk memenuhi tujuan bisnis. Mulai dari fungsi untuk memenuhi interaksi dengan pengguna, baik itu karyawan maupun pelanggan, hingga memenuhi kebutuhan eksekutif atau pemilik usaha dalam memantau operasional bisnis.

Untuk lebih mudahnya silakan melihat bagan di bawah.

Dengan unit skala kecil hingga menengah, penggunaan basis data tradisional cukup memadai. Hal ini mengingat kebutuhan yang belum terlalu kompleks sehingga kemampuan dalam memproses transaksi dan memenuhi kegiatan operasional tidak terlampau besar.

Misalkan dengan akses bersamaan dari karyawan dan pelanggan yang kurang dari 100 orang dalam sekali waktu dan pembagian tugas yang tidak banyak dalam pembagian kewenangan, kebutuhan komputasi yang tidak terlalu rumit cukup dengan perangkat single DBMS.

Halo dunia!

Selamat datang di Catatan Kalamangga.Net!

Catatan ini adalah tulisan dokumentasi yang bisa dijadikan sebagai bahan rujukan dalam hal penerapan Free/Libre/Open Source Software pada umumnya, dan khususnya dalam bidang jaringan komputer dan Big Data.

Sesuai dengan tag-line, “Research Facility on Computer Network and Big Data Technology“, dokumentasi ini merupakan acuan dalam penerapan fasilitas riset tersebut. Dan dapat digunakan secara bebas menurut lisensi yang ada pada masing-masing tulisan dan perangkat.

Namun bila tidak ada lisensi pada tulisan, secara umum lisensi tulisan pada web ini mengacu pada lisensi CC BY-SA.